Apakah Tren Harga Minyak Masih Contango?


Jakarta, OG Indonesia -- Beberapa perusahaan migas internasional yang listed company menyebutkan dalam laporannya bahwa perusahaan mereka baru akan break even point (BEP) jika harga minyak US$ 30-35 per barel.

"Jadi kalau harga minyak di bawah itu maka akan banyak perusahaan-perusahaan yang sangat kesulitan," ungkap Widhyawan Prawiraatmadja, Anggota Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) dalam diskusi virtual bertajuk "Prospek Energi Fosil di Masa Pandemi COVID-19 dan Implikasinya Terhadap Transisi Energi di Indonesia" yang diadakan IESR, Jumat (8/5/2020).

Dijelaskan Widhyawan dengan harga minyak lebih rendah dari US$ 30 per barel maka tidak akan menutup ongkos produksi minyak yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan tersebut. "Mereka tinggal hanya nunggu tuh. Tiga bulan ya mungkin masih tahan, enam bulan saya nggak tahu, tapi kalau setahun pasti banyak yang bangkrut," terangnya.

Soal harga minyak dunia saat ini, Widhyawan menyampaikan bahwa pasar masih bilang trennya "contango". "Semua masih bilang ini contangoContango itu istilah pasar minyak yang bilang trennya adalah naik," tuturnya.

Lalu apakah benar seperti itu? Widhyawan tidak bisa memastikan. Namun ia mengungkapkan bahwa yang terjadi di futures market sekarang seperti itu. "Mereka menganggap bahwa harga (minyak) itu pada saatnya akan naik, di akhir tahun untuk Brent jadi 40-an (dollar AS per barel), WTI sekitar 35-an," bebernya.

Tapi ia mengingatkan bahwa kalau memang harga minyak mentah naik maka itu pasti didorong oleh demand yang naik. "Jadi kalau misalkan dalam dua minggu kebutuhan gasoline di Amerika (AS) naik 20 persen maka mungkin ya benar itu," jelas Widhyawan. (RH/Migas Indonesia)
Apakah Tren Harga Minyak Masih Contango? Apakah Tren Harga Minyak Masih Contango? Reviewed by OG Indonesia on 12.00 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.