91 Persen Lapangan Minyak di Indonesia Berukuran Kecil



Jakarta, OG Indonesia -- Jika dibedah anatomi lapangan minyak yang ada di Indonesia, ternyata sebagian besar atau sekitar 91% lapangan tergolong memiliki jumlah cadangan terbukti (P1) minyak yang kecil atau di bawah 10 juta barel.


"Dari 756 lapangan minyak yang ada di Indonesia, sebanyak 689 lapangan atau 91 persen berada pada kategori cadangan terbukti (P1) yang very small, tiny, dan insignificant, di bawah 10 juta barel," ungkap Abdul Muin, Pakar Migas dari Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dalam Webinar PEM Akamigas bertajuk "Potensi dan Cadangan Energi Nasional untuk Mewujudkan Pembangunan Bangsa yang Berkelanjutan", Jumat (26/6/2020).

Diuraikan oleh mantan Wakil Kepala BP Migas ini, dari 9 grade lapangan minyak dari yang terbesar AAAA (Super Giant), lalu AAA (Giant), AA (Major), A (Large), B (Medium), C (Small), D (Very Small), E (Tiny), dan F (Insignificant), saat ini Indonesia paling tinggi hanya memiliki 3 lapangan minyak dengan grade Major atau cadangan P1-nya berkisar 100-500 juta barel minyak.


"Yang Large, 50-100 (juta barel) itu hanya dua. Kemudian yang Medium dan Small itu hanya ada 19 dan 43 lapangan. Sementara, sisa lapangan kita itu size-nya berukuran kecil semua," ucapnya. "Jadi bisa dibayangkan bagaimana kita bisa melakukan optimalisasi kalau size dari lapangannya sendiri kecil," sambungnya.

Jika dipetakan lagi, 689 lapangan yang tergolong kecil tersebut hanya menyumbang 20% dari total cadangan terbukti minyak yang ada di Indonesia. Sementara di sisi sebaliknya, 5 lapangan dengan grade Major dan Large bisa menyumbang cadangan terbukti sampai 26% atau sekitar 768 juta barel minyak.

Saat ini sendiri, dari 6 KKKS top di Indonesia, sebanyak 5 KKKS mengalami penurunan produksi migas sekitar 30%. Hanya satu yang sedang naik produksinya yaitu Mobil Cepu Ltd yang mengelola Blok Cepu.

Menurut Abdul Muin, untuk bisa menahan laju penurunan produksi atau jika ingin meningkatkan produksi minyak maka perlu eksplorasi yang berhasil menemukan paling tidak 5 lapangan dengan sumber daya minyak yang masuk kategori besar. "Satu tidak cukup, minimal lima, atau kalau bisa sepuluh untuk bisa menaikkan," jelasnya.

Sayangnya, menurut Abdul Muin, aktivitas eksplorasi di Indonesia sudah lama tenggelam. "Sudah terdampak sejak krisis harga minyak tahun 98 yang mempengaruhi behavior dari company besar dan kecil untuk berminat melakukan kegiatan eksplorasi," tuturnya.

Karena itu, pesan Abdul Muin, Indonesia harus memikirkan bagaimana ketahanan energi migas untuk jangka panjang, termasuk menggiatkan aktivitas eksplorasi. "Kita harus pikirkan ketahanan energi jangka panjang daripada menguras kue-kue yang sedang ada, karena itu dibutuhkan kesadaran bersama dan terobosan kebijakan termasuk di sektor fiskal," pungkasnya. (RH/Migas Indonesia)

91 Persen Lapangan Minyak di Indonesia Berukuran Kecil 91 Persen Lapangan Minyak di Indonesia Berukuran Kecil Reviewed by OG Indonesia on 15.22 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.