Masih Catat Meteran, PLN Seperti Ada di Era Kuda Gigit Besi

Foto: Hrp

Jakarta, OG Indonesia -- Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean mempertanyakan cara kerja PT PLN (Persero) yang ketinggalan zaman di era teknologi digital sekarang ini.

"Zaman teknologi sudah canggih, koq bisa PLN bekerja seperti era kuda gigit besi? Sementara hampir semua perusahaan besar skrg masuk era digitalisasi," cuit Ferdinand lewat akun Twitter-nya @FerdinandHaean3, Senin (8/6/2020) pagi.

PLN memang menuai banyak keluhan dari masyarakat belakangan ini karena banyak tagihan pelanggan rumah tangga yang melonjak drastis beberapa bulan terakhir. Penyebabnya, selain karena banyak orang yang tinggal dan bekerja di rumah saja akibat pandemi COVID-19, ternyata PLN juga sempat tidak menurunkan petugas pencatat meteran listrik karena pemberlakuan PSBB. 

Akhirnya tagihan pelanggan diambil berdasarkan rata-rata tagihan tiga bulan yaitu antara bulan Desember 2019-Februari 2020. Ketika pemakaian listrik ternyata lebih besar saat masyarakat kebanyakan di rumah saja ketimbang patokan rata-rata tagihan bulanan pegangan PLN, kekurangan tagihan pun ditambahkan ke tagihan bulan berikutnya sehingga jumlah tagihan pelanggan banyak yang melonjak drastis.

Kepada OG Indonesia, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa semestinya PLN sudah mampu menciptakan sebuah sistem atau mekanisme pencatatan kWh meter menggunakan teknologi yang sudah maju. "Misalnya, PLN menggunakan sistem digitalisasi kWh meter sehingga penggunaan daya konsumen bisa terbaca langsung di sistem PLN, atau menggunakan sistem kWh dua arah. Dengan demikian, PLN tidak bekerja seperti emak-emak penjual sayur di pasar yang hanya butuh kertas-kertas bekas untuk menulis total belanjaan atau penjualan," ucap Ferdinand, Senin (8/6/2020) pagi.

Menurutnya sudah tidak zamannya lagi PLN masih mengirim tukang catat kWh, apalagi belum tentu juga pekerjaan pencatatannya dilakukan secara benar. Ferdinand mengungkapkan bahwa sistem kWh dua arah sebenarnya pernah muncul di PLN. "Tetapi entah kenapa malah hilang dan tidak jadi dilaksanakan. Ada apa ini dengan PLN?" tanyanya.

Fedinand pun tidak habis pikir mengapa PLN dengan para jajaran Direksi dan Komisarisnya tidak mampu menciptakan sebuah sistem yang cerdas untuk merekam penggunaan daya oleh konsumennya. "Padahal sistem seperti itu tentu bukan sesuatu yang sulit untuk diterapkan," ucapnya.

Dengan tegas Ferdinand pun menyebut PLN tega karena menambah beban rakyat di atas ketidakmampuannya dalam bekerja. "Kami menunggu masalah ini diselesaikan dengan kinerja bukan dengan retorika kata-kata," pungkasnya. RH
Masih Catat Meteran, PLN Seperti Ada di Era Kuda Gigit Besi Masih Catat Meteran, PLN Seperti Ada di Era Kuda Gigit Besi Reviewed by OG Indonesia on 10.27 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.