Jumat, 21 Desember 2018

BPH Migas Minta Exxon Mobil Gandeng Koperasi dan BUMDes Bangun SPBU Mini

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah
Asa (paling kiri) berkunjung ke SPBU
mini Exxon Mobil di Purwakarta.
Foto: Hrp
Purwakarta, OG Indonesia -- Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengharapkan Exxon Mobil bisa menggandeng koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk turut berpartisipasi mengelola SPBU mini Exxon Mobil.

Sebagai informasi, saat ini Exxon Mobil bersama PT Indomobil Prima Energi telah melakukan uji coba membuka 17 SPBU mini di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dari 17 SPBU tersebut, sekitar 12 SPBU menggandeng investor perorangan dan 5 SPBU lagi bekerjasama dengan perusahaan lain sebagai pengelolanya.

"Kerjasama dengan perorangan boleh, tapi kalau bisa dapat memberdayakan masyarakat menengah ke bawah. Misalnya lewat koperasi atau BUMDes," kata Fanshurullah saat berkunjung ke SPBU mini Exxon Mobil dengan nomor 1223-31005 di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (21/12).

Ia mengatakan dana desa yang disalurkan pemerintah sebesar Rp 1 miliar untuk setiap desa sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha SPBU mini yang menjual produk bensin Ron 92 dengan brand Mobil 92R ini. "Dana desa yang 1 M itu uangnya bisa produktif untuk (usaha SPBU) ini," jelas Fanshurullah.

Uang yang harus dikeluarkan investor untuk bekerjasama dengan Exxon Mobil dan Indomobil untuk membangun SPBU mini diperkirakan sekitar Rp 100 juta di luar tanah. Jumlah sebesar itu diinvestasikan untuk peralatan dispenser dan nozzle SPBU serta BBM dan produk pelumas.

Kepala BPH Migas sendiri menyambut baik upaya Exxon Mobil membuka SPBU mini di daerah yang jauh dari jalan-jalan utama di mana biasanya SPBU besar berada, seperti yang dilakukan di desa-desa di Purwakarta. Hal ini tentunya sejalan dengan keseriusan Pemerintah untuk mewujudkan energi berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.

Ia mengungkapkan hal tersebut bagus mengingat saat ini jangkauan 1 SPBU di Pulau Jawa rata-rata masih harus melayani pembeli dalam radius sampai 35 kilometer persegi. Sementara di luar Jawa harus sanggup melayani hingga 500 kilometer persegi. Sedangkan untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) bahkan harus melayani masyarakat dalam radius 1.250 kilometer persegi.

"Jadi masih banyak sekali dibutuhkan (SPBU di Indonesia). Kita merekomendasikan, setelah uji coba ini layak agar Exxon dapat mencoba juga membuka SPBU di luar Jawa seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi sampai Papua," ucap Fanshurullah.

Pihak Exxon Mobil sendiri terus mengevaluasi uji coba SPBU mini yang dioperasikannya sebelum membuka SPBU baru di daerah lain. Selain di Purwakarta, Exxon Mobil saat ini juga sudah mengoperasikan 2 SPBU mini di Tangerang, Banten. "Kita akan evaluasi terus dan kita akan ekspansi," ucap Erwin Maryoto, Vice President Public & Government Affairs Exxon Mobil Indonesia dalam kesempatan yang sama. RH