Senin, 16 September 2019

Pembangunan PLTU Cirebon II Capai 61%

PLTU Cirebon Unit I yang
sudah beroperasi.
Jakarta, OG Indonesia -- Cirebon Power, perusahaan independen power producer (IPP) terus mengoptimalkan pembangunan PLTU Cirebon 2 1.000 MW yang merupakan bagian dari program 35.000 MW. Pembangunan proyek tersebut kini sudah mencapai 61%.


“Konsentrasi kami saat ini pada pekerjaan konstruksi fisik, dan manufacturing beberapa fasilitas utama pembangkit,” kata Presiden Direktur Cirebon Power Hisahiro Takeuchi, Senin (16/9/2019).

Dia menyebutkan, hingga saat ini tidak ada kendala yang menghambat pembangunan tersebut. Dia berharap semua pihak terkait ikut mensukseskan pembangunan tersebut sehingga pembangunan PLTU itu bisa beroperasi atau commercial operational date/COD pada tahun 2022, sesuai dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. 

“Semuanya berjalan dengan optimal, untuk memenuhi target operasional atau COD pada tahun 2022,” jelas Hisahiro.

PLTU Cirebon 2 menggunakan teknologi batubara ramah lingkungan dengan teknologi ultra super critical. Dengan teknologi itu, PLTU Cirebon Unit II disebut bisa meningkatkan efisiensi hingga 40% untuk membakar batubara kalori 4.000-4.600 kcal/kg. Nantinya, pembangkit dengan nilai investasi sebesar US$ 2,1 miliar ini akan mengkonsumsi sekitar 3,5 juta ton batubara dalam setahun.

Cirebon Electric Power ini merupakan konsorsium yang terdiri dari lima perusahaan yang dimiliki oleh mayoritas PT Marubeni dengan kepemilikan saham 35%, PT Indika Energy sebesar 25%. Lalu, Samtan Ltd 20%, Korea Midland Power Co., Ltd sebesar 10%, dan Jera Power 10%.

Di pembangkit yang pertamanya, yang saat ini sudah beroperasi, PLTU Cirebon 660 MW,  Cirebon Power menggunakan teknologi ramah lingkungan Super Cricital (SC) yang sudah berdiri semenjak tahun 2012. RH