Senin, 04 November 2019

Wah, SKK Migas Dapat Penghargaan dari BP Global

Jakarta, OG Indonesia -- SKK Migas menghadiri undangan BP Global yang berlokasi di Sunburry, London, Inggris, pada 30 September 2019 lalu. Di sana, SKK Migas  menyampaikan presentasi atas inovasi dan terobosan yang telah dilakukan pada kegiatan pengadaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP di Indonesia. SKK Migas pun mendapatkan apresiasi dan penghargaan atas upaya tersebut.


Alan Martin, Head of Procurement & Supply Chain Management (PSCM) Global Wells Organization (GWO) BP, memberikan penghargaan kepada Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa atas dukungan SKK Migas dalam implementasi Vendor Managed Consignment pada pengadaan high-grade oil country tubular goods (OCTG) dan menyampaikan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan SKK Migas dalam menggali inovasi-inovasi baru.

Lebih lanjut, Vice President PSCM BP Berau Ltd. James Tehubijuluw berharap dalam kegiatan pengelolaan rantai suplai industri hulu migas ada terobosan dalam upaya percepatan dan penyederhanaan proses, serta menjamin akuntabilitas. Oleh karena itu, peran pengelolaan rantai suplai diharapkan mampu menjamin ketersediaan barang/jasa sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna/user dan operasional KKKS dalam kegiatan lifting minyak dan gas bumi.

“Tentunya upaya-upaya tersebut tanpa mengesampingkan standar kualitas, kesesuaian waktu penyerahan dalam jumlah yang diperlukan dengan harga yang kompetitif, serta yang terpenting adalah aspek/HSSE, yang pada akhirnya dapat mendukung capaian target produksi,” jelas James. 

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi dalam sambutan dan paparannya menyampaikan beberapa prinsip dasar pengelolaan pengadaan barang dan jasa KKKS, yaitu efektif, efisien, kompetitif, transparan, berwawasan lingkungan, kapasitas nasional, bertanggung jawab, dan adil.

Lebih lanjut Erwin menambahkan bahwa sesuai dengan situasi industri hulu migas saat ini, SKK Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi dan efisiensi cost recovery melalui kegiatan pengadaan diantaranya penerapan strategi kontrak yang tepat misalnya berdasarkan kinerja (performance based) untuk implementasi new technology, pengadaan/kontrak bersama serta peningkatan kapasitas nasional melalui capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Peningkatan kemampuan nasional akan menciptakan multiplier effect yang lebih luas bagi perekonomian nasional dengan menyerap banyak tenaga kerja, serta menciptakan kerja sama dengan lembaga penelitian dan pelatihan untuk program alih teknologi.

"Penerapan new technology dalam hal mengelola industri hulu migas Indonesia sangat diperlukan guna memenuhi key performance indicator (KPI) SKK Migas yaitu penambahan reserve replacement ratio, efisiensi cost recovery, dan percepatan pencapaian target lifting seperti yang selalu disampaikan oleh Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas dalam berbagai kesempatan," ucap Erwin. R1