Canggih, Mulai 2020 SKK Migas Awasi Operasi KKKS Secara Real Time

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Dalam merealisasikan visi menuju produksi minyak 1 juta barel per hari di tahun 2030, SKK Migas terus melakukan berbagai langkah dengan berbagai terobosan dan inovasi untuk mewujudkan operational excellence yang dapat meningkatkan efisiensi, kecepatan dan akurasi di sektor hulu migas apalagi di era Revolusi Industri 4.0. Salah satu langkah yang dilakukan oleh SKK Migas adalah mendorong penerapan digitalisasi yang lebih masif yang mampu mengintegrasikan operasional SKK Migas dan KKKS.


Untuk itu SKK Migas telah membangun Integrated Operation Center (IOC) yang diresmikan pada malam jelang pergantian tahun menuju tahun 2020. IOC diharapkan dapat menjadi salah satu lompatan maju SKK Migas untuk melakukan akselerasi operational excellence di sektor hulu migas.

“Hari ini, bertepatan dengan tanggal 31 Desember 2019 atau beberapa saat menjelang pergantian tahun 2020, SKK Migas melakukan launching Integrated Operation Center (IOC). Sebuah sistem yang dapat melakukan day to day monitoring operation secara real time sehingga memudahkan SKK Migas mendapatkan akses data setara KKKS sebagai operator dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan di wilayah operasi KKKS," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat meresmikan ruang IOC di kantor SKK Migas, Wisma Mulia, Jakarta.

Dwi mengatakan, dengan IOC akan menjadikan SKK Migas dapat melakukan pengawasan yang lebih efektif dan melakukan berbagai tindakan preventif dengan memberikan masukan-masukan kepada KKKS dalam melaksanakan operasionalnya sebelum sebelum terjadi kejadian negatif sebagaimana yang ada di tahun 2019, sehingga menghambat target produksi migas.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial menyampaikan bahwa pihak Kementerian ESDM memberikan apresiasi kepada transformasi yang dilakukan SKK Migas lewat implementasi IOC. "Dari yang sesuatu yang bersifat manual menjadi sesuatu yang digital. Yang dulu berjalan lambat, bisa 1-2 hari, sekarang bisa dilakukan secara real time," ujar Ego.

Banyak hal yang bisa lebih diawasi dengan IOC ini. Seperti pelaksanaan Work, Program & Budget oleh KKKS yang masih membutuhkan perbaikan, adanya accident KKKS dan kebakaran hutan di Sumatera yang memberikan dampak pada produksi migas, sampai hambatan untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan proyek dan operasional KKKS karena terkendala jarak dan waktu.

IOC mencakup beberapa layanan pengelola kinerja yang terhubung dengan KKKS sehingga produksi, manajemen fasilitas, kegiatan pengeboran (drilling), dan kegiatan operasi lifting migas bisa terpantau secara realtime dan online. IOC juga dirancang sebagai working collaborative environment.

Dengan adanya IOC, maka SKK Migas tidak lagi pasif dan menunggu laporan dari KKKS. Tetapi SKK Migas dapat lebih aktif melakukan pengawasan dan dapat membantu KKKS dengan memberikan saran-saran kepada KKKS, room of improvement agar tidak hanya terpaku untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan dalam Work, Plan & Budget, tetapi mendorong KKKS untuk mencapai target yang lebih tinggi lagi. 

Layanan dan aplikasi yang tergabung di dalam IOC saat ini di antaranya, Sistem Operasi Terpadu (SOT) for Production Dashboard, Oil and Gas Lifting Dashboard, Stock Management Dashboard, Plant Information Management System (PIMS), Facility Maintenance Monitoring and Project Monitoring, Vessel Tracking Information System (VTIS), Real Time Drilling Operation, dan Emergency Response Center (ERC).

“Dengan telah beroperasinya IOC maka KKKS tidak dapat lagi santai-santai dalam melaksanakan programnya. Dengan data yang real time, tidak ada lagi yang disembunyikan, oleh karena itu kami mengajak KKKS untuk lebih melihat adanya peluang dari integrase data ini melalui peningkatan kolaborasi yang lebih intens antara SKK Migas dan KKKS. Mari kita kaji setiap potensi yang ada dan bersama-sama kita melakukan best effort”, tegas Dwi Soetjipto.

Saat ini, untuk pelaporan produksi, stok, dan lifting minyak dan gas bumi di Indonesia sudah dapat diakses secara online melalui IOC dan database sudah terintegrasi dengan 95 persen Kontraktor Kontrak Kerja Sama produksi, sehingga sudah mencerminkan kondisi operasi KKKS secara nasional. Integrasi dengan KKKS lainnya terus berlangsung sehingga seluruh KKKS nantinya dapat terhubung melalui IOC.

“Saat ini di IOC juga telah mampu memonitor pelaksanaan pekerjaan drilling, sehingga upaya masif SKK Migas dan KKKS menggenjot drilling di tahun 2020 dalam upaya menemukan cadangan migas baru, akan semakin memudahkan dalam melakukan pengawasan dan monitoring. Sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan jika ada potensi keterlambatan pekerjaan drilling," lanjut Dwi.

Adapun beberapa informasi online dan real time di IOC saat ini antara lain mencakup:
1. Oil & Gas production/lifting :
- 59 points of lifting/terminal
- 204 points of gas sales
2. Production Facility Maintenance :
- Lebih dari 15.000 turbomachinery & rotating equipment
- Lebih dari 19.000 pipelines, pressure vessel & tank
- Lebih dari 600 platforms
3. Exploration/Exploitation drilling
4. Vessel Tracking 

Pada fase pertama pengembangan IOC telah dihasilkan integrasi dan pengawasan secara online dan real time. Untuk fase pengembangan tahap berikutnya, IOC akan dilengkapi dengan data management & analytic. RH

Canggih, Mulai 2020 SKK Migas Awasi Operasi KKKS Secara Real Time Canggih, Mulai 2020 SKK Migas Awasi Operasi KKKS Secara Real Time Reviewed by OG Indonesia on 22.41 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.